Shbgubug's Blog

Just another WordPress.com weblog

berita dari pusat

Posted by saka bakti husada pada Februari 14, 2010

11-09-2008KIRIM BERITA & INFORMASI

Salam Pramuka,

  1. Terbuka kesempatan bagi para anggota Gerakan Pramuka untuk menjadi relawan kontributor (jurnalis online) untuk web portal Pramuka (www.pramuka.or.id) dari seluruh Indonesia, berminat kirim surat permohonan berikut CV ke pintar@pramuka.or.id.
  2. PINTAR membuka kesempatan kepada adik-adik Penegak dan Pandega dalam rangka tugas sekolah dan kuliah untuk magang dan kerja praktek (dibidang software, programming, disain, animasi, tester, ICT support, networking, security Engineer, Telecommunication, wireless, wimax, multimedia, e-learning, komputer periph, LAN, WAN, MAN, QA, Jurnalis online, Radio dan video streaming, database, dll) sesuai dengan bidang yang digeluti, di PINTAR kwarnas, kirim proposal dan surat permohonan disertai dengan surat pengantar dari sekolah/ kampus, secara elektronik mail , ke pintar@pramuka.or.id
  3. Bagi Anggota Gerakan Pramuka yang ingin menjadi relawan telematika dan menjadi bagian dari jaringan relawan PINTAR di seluruh indonesia, silahkan kirimkan surat kesediaan berikut CV lengkap via email ke pintar@pramuka.or.id, dengan tembusan ke diddoy@pramuka.or.id
  4. Bagi kakak-kakak yang ingin mengirimkan berita, informasi, dan seputar kegiatan yang berkaitan dengan Kepramukaan, silahkan kirimkan bahan berita ke kami, dalam bentuk format word, rtf, txt, maupun pdf. Untuk foto dan video diharapkan sudah dikompress, untuk menghemat bandwith. atau kirimkan link, dimana kami dapat mengaksesnya. silahkan kirim ke:

redaksi@pramuka.or.id dan  pintar@pramuka.or.id

SMS berita singkat ke  +628170111369 (nomor khusus SMS)

Terima kasih,

Kepala PINTAR

Posted in pramuka, saka bakti | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

TINGKATAN PRAMUKA

Posted by saka bakti husada pada Februari 14, 2010

SIAGA

Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Kode kehormatan

Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada dua, yang pertama disebut Dwi Satya (janji Pramuka Siaga), dan yang kedua disebut Dwi Darma (ketentuan moral Pramuka Siaga). Adapun isinya adalah:

Dwi Satya

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh

  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga
  • setiap hari berbuat kebajikan

Dwi Darma

  1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
  2. Siaga berani dan tidak putus asa

Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang anggota Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral ini, dia belum bisa disebut Pramuka Siaga seutuhnya.

Satuan

Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan terbesarnya disebut Perindukan. Sebuah Barung beranggotakan paling banyak 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Ketua Barung yang dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

Syarat Kecakapan

Syarat Kecakapan Umum

Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:

  1. Mula
  2. Bantu
  3. Tata

TKU dapat dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (ini juga diambil dari kebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat seseorang).

Syarat Kecakapan Khusus

Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Khusus TKK tingkat Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah.

Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga diselenggarakan dalam dan/atau gabungan dari bentuk:

  1. Permainan Bersama, adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya.
  2. Pameran Siaga, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.
  3. Pasar Siaga (Bazar), adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum.
  4. Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  5. Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga.
  6. Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga.
  7. Perkemahan Satu Hari (Persari), adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.

Penggalang

Penggalang adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 10-15 tahun.
Tingkatan dalam Penggalang

Penggalang memiliki beberapa tingkatan dalam golongannya, yaitu :

  1. Ramu
  2. Rakit
  3. Terap
  4. Penggalang Garuda

Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus TKK

Sistem Kelompok Satuan Terpisah

Satuan terkecil dalam Penggalang disebut regu. Setiap regu diketuai oleh seorang Pimpinan Regu (PINRU)yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Dalam Gugus depan Penggalang yang dapat berisi lebih dari satu regu putra/putri, terdapat peserta didik yang bertugas mengkoordinir regu-regu tersebut, peserta didik itu disebut Pratama (untuk putra) atau Pratami (untuk putri).

Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama bunga, semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.

Trisatya

Janji Pramuka Penggalang (Trisatya) berbeda dengan Siaga dan Penegak/Pandega. Berikut isi Trisatya Penggalang:TRISATYA Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  3. Menepati Dasa Dharma

Dasa Dharma

adalah sepuluh janji seorang pramuka

DASA DHARMA

  1. Taqwa kepada tuhan yang maha esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
  3. Patriot yang sopan dan kesatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin,terampil,dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin,berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

Kegiatan Pramuka Penggalang

Kegiatan dalam tingkatan penggalang antara lain:

  • Jambore
  • Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V).
  • Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinru apabila dipandang perlu.
  • Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.

Dalam membuat peta, pramuka penggalang memiliki teknik tersendiri seperti peta pita. Peta pita dibuat oleh dua atau tiga orang yang biasanya mencatat posisi atau titik dari kompas bidik, kemudian orang yang lain akan mencatat kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan. Meja lanan sendiri berbentuk papan seukuran kertas folio yang kemudian ditempel kertas yang digulung panjang

  • Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugusdepan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman. Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lomba, seperti baris-berbaris, PPPK, senam pramuka dan sejenisnya.
  • Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jum”at Sabtu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya.
  • Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk keterampilan di hadapan masyarakat umum, seperti baris-berbaris, PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi sederhana dari tongkat/bambu dan tali (pioneering), dan sejenisnya.
  • Pameran, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Penggalang kepada masyarakat.
  • Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu, seperti museum, industri, tempat bersejarah, dan sejenisnya.
  • Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Penggalang.
  • Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Penggalang.

Penegak

Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 21 tahun.
Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :

  • Penegak Bantara
  • Penegak Laksana
  • Penegak Garuda

dimana tingkatan tersebut Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak.

10 orang Penegak disebut Sangga,dalam satu Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (PINSA). Beberapa Sangga terbentuklah yang namanya AMBALAN, yang dipimpin oleh PRADANA. Didalam Ambalan terdapat struktur organisasi yang lengkap misal : Krani, Juru Uang,Juru Adat dan Anggota. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya.

Bunyi Trisatya Pramuka Penegak berbeda dengan Trisatya Penggalang. Berikut bunyi Trisatya Penegak:

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.

Kegiatan-kegiatan Penegak

Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:

  • Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
  • Pelantikan Penegak Bantara & Laksana
  • Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
  • Raimuna (Rover Moot)
  • Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
  • Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)

Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)

Pandega

Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak. Anggota Pramuka yang termasuk dalam golongan ini adalah yang berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Golongan yang ini disebut juga dengan Dewasa Muda. Kegiatannya sama saja dengan kegiatan Penegak, sehingga di kwartir ditangani oleh Dewan Kerja, yang lebih dikenal dengan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

LAGU-LAGU PRAMUKA

Posted by saka bakti husada pada Februari 14, 2010

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

sejarah saka bakti husada indonesia

Posted by saka bakti husada pada Februari 14, 2010

SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA

(SAKA BAKTI HUSADA)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional.

Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :

  • Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
  • Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  • Pamong Saka dan Instruktur tetap.

Saka Bakti Husada meliputi 5 (lima) krida, yaitu :

  1. Krida Bina Lingkungan Sehat
  2. Krida Bina Keluarga Sehat
  3. Krida Penanggulangan Penyakit
  4. Krida Bina Gizi
  5. Krida Bina Obat.

Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK :

  1. SKK Penyehatan Perumahan
  2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
  3. SKK Pengamanan Pestisida
  4. SKK Pengawasan Kualitas Air
  5. SKK Penyehatan Air.

Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK :

  1. SKK Kesehatan Ibu
  2. SKK Kesehatan Anak
  3. SKK Kesehatan Remaja
  4. SKK Kesehatan Usia Lanjut
  5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
  6. SKK Kesehatan Jiwa.

Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK :

  1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
  2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
  3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
  4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
  5. SKK Penanggulangan Penyakit TB. Paru
  6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
  7. SKK Imunisasi
  8. SKK Gawat Darurat.

Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK :

  1. SKK Perencanaan Menu
  2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
  3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
  4. SKK Penyuluh Gizi
  5. SKK Mengenal Keadaan Gizi.

Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK :

  1. SKK Pemahaman Obat
  2. SKK Taman Obat Keluarga
  3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
  4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
  5. SKK Pembinaan Kosmetik

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :

  • Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan
  • Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :
  1. kesehatan lingkungan
  2. kesehatan keluarga
  3. penaggulangan berbagai penyakit
  4. gizi
  5. manfaat dan bahaya obat.
  • Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugusdepan.
  • Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
  • Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.

kopas by: http://www.pramuka.or.id

Posted in pramuka, saka bakti | Leave a Comment »

BP Games : Scout Games

Posted by saka bakti husada pada Februari 14, 2010

Rebut Bendera Permainan ini dilakukan oleh dua regu yang terdiri dari “Regu Penjaga” dan “Regu Penyusup”. Tiga buah bendera diletakkan dalam satu wilayah Regu Penjaga dan masing-masing bendera terpisah oleh jarak ±20 meter. Regu Penyusup ditugaskan untuk mencari (1) lokasi bendera dan (2) pos penjagaan. Selanjutnya mereka harus membawa bendera keluar wilayah tanpa harus ketahuan. Satu Regu Penyusup hanya boleh membawa satu bendera. Regu Penjaga diminta untuk membuat pos penjagaan yang letaknya minimal 50 meter dari bendera dan tidak boleh memasuki area dengan jarak kurang dari 50 meter dari bendera. Regu Penjaga bisa menangkap anggota Regu Penyusup dengan mengatakan ”Angkat Tangan”. Saat wasit meniup peluit tanda waktu habis, semua harus berdiri untuk menunjukkan posisi bendera, penyusup dan pos penjagaan yang sebenarnya. Poin terbesar diberikan untuk Regu Penjaga yang bisa mempertahankan benderanya. Saat malam hari, bendera bisa digantikan lentera. Poin pembelajaran : pembagian kerja, mengatur strategi, melatih ketajaman panca indra. 2. Membaca Peta Permainan ini untuk melatih kemampuan membaca dan mengingat peta. Masing-masing regu diajak ke suatu tempat yang asing dan mereka diminta untuk membuat pengamatan tentang apa saja yang ada di sekitar tempat tersebut. Untuk itu, sebuah peta yang berisi beberapa titik yang harus dituju, rute perjalanan, letak tempat beribadah, penginapan, dll akan ditunjukkan pada anggota regu. Masing-masing regu diberangkatkan dan ditugasi untuk menuju lokasi yang dimaksud dan mencatat beberapa hal yang diperintahkan. Regu pemenang adalah yang mampu membuat laporan perjalanan yang bagus dalam waktu singkat.

Poin pembelajaran : melatih daya ingat, kepedulian terhadap sekitar, kemampuan mengamati.

Referensi : “BP Games” Chapter I “Scouting Games”

Posted in pramuka | Leave a Comment »

tentang SAKA BAKTI HUSADA

Posted by saka bakti husada pada Februari 9, 2010

SAKA BAKTI HUSADA

PUSKESMAS GUBUG

A. PROFIL

Satuan Karya Pramuka (SAKA) Bakti Husada Puskesmas Gubug I adalah sebagai salah satu bagian dari Kwartir Gerakan Pramuka yang turut membina kaum muda di bidang kesehatan. Saka bakti husada berdiri tanggal 17 juli 1985 yang berupaya selalu memperbarui materi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Sejalan dengan visi pembangunan kesehatan nasional Indonesia Sehat 2010. Peranan saka bakti husada ini sangat strategis karena sebagai kader bangsa di bidang kesehatan, diharapakan saka bakti husada dapat ikut serta secara aktif menyelesaikan masalah kesehatan kaum muda sendiri, dan ikut membantu aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat di lingkungannya. Dalam gerakan Pramuka, ketrampilan distandarisasi dalam bentuk SKK, dan anggota Pramuka yang berhasil memperoleh ketrampilan tertentu kemudian diberikan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) sebagai pengakuan bahwa yang bersangkutan trampil sesuai kecakapan yang dipelajarinya.

Saka Bakti Husada mencakup :

1. Krida Bina Gizi

2. Krida Bina Keluarga Sehat

3. Krida Bina Lingkungan Sehat

4. Krida Penanggulangan Penyakit

5. Krida Bina Obat

B. PESERTA

Yang menjadi anggota pramuka saka bhakti husada adalah :

1. Pramuka penggalang usia 14 tahun ke atas,yang sudah mencapai penggalang terap.

2. Pemuda usia 16-23 tahun dg syarat khusus.

3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega

4. Pamong SAKA dan Instruktur tetap.

D. MAKSUD & TUJUAN

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :

1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang kesehatan.

2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :

a. Kesehatan lingkungan.

b. Kesehatan keluarga.

c. Penanggulangan berbagai penyakit.

d. Gizi

e. Manfaat dan bahaya obat.

3. Mampu memberikan latihan tantang kesehatan kepada para pramuka di gugus depan.

4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya.

5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.

F. FASILITAS & SARANA

Berbagai fasilitas yang berada di Saka Bakti Husada Puskesmas Gubug 1 antara lain adalah :

a. Sanggar

b. Laborat

c. Peralatan

d. Kesehatan

e. Ambulance

f. Ruang pertemuan

g. Apotek

h. Peralatan pramuka lain

i. Buku Materi

Dengan berbagai fasilitas yang ada menjadikan para anggota memperoleh banyak pengetahuan, pengalaman dan ilmu yang berdayaguna.

G. PROGRAM KERJA

Dalam periode tahun 2009/2010 Saka Bakti Husada menyusun program kerja sebagai berikut :

a. Pengenalan tentang kesakaan.

b. Penularan materi kesakaan.

c. Pelantikan Tamu

d. Pelantikan calon anggota.

e. Rally Bakti Husada Tour.

f. Pelantikan Anggota.

g. Uji SKK

h. Pelantikan SK Bhakti Husada

i. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

j. Pelantikan Brivet (Wing) Saka Bakti Husada

k. PERTI (Perkemahan Bhakti)

l. dll…

Kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menanamkan sikap kedisiplinan, tanggungjawab, dan rasa pengabdian yang tinggi sebelum nantinya terjun di masyarakat luas.

Posted in pramuka, saka bakti | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by saka bakti husada pada Februari 9, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »